merbabu

merbabu
PA ikip

Thursday, January 5, 2012

momories in Slamet 30 des 2011 - 01 jan 2012

Kehujanan dan kedinginan
awal kita berangkat 14.00 dalam perjalanan hujan begitu deras mengguyur tubuh kami. sebenarnya kami ragu untuk melanjutkan rencana yang sudah diplaning selama stengah tahun itu.
tapi berkat do'a dan tekad kami yg sudah bulat kami merasa semakin mantap, halangan apapun yang ada didepan akan kita hadapi bersama-sama, akhirnya kami tiba dirumah seorang kawan yang mau ikut meramaikan acara kami pada pukul 16.20 disana kita disambut hangat oleh keluarganya badan yang tadinya menggigil berubah tiba2 menjadi hangat dengan suguhan kopi dan makanan khas desa cikadu kecamatan watukumpul kabupaten pemalang yaitu sukun glepung.
sekitar 20 menit kami istirahat disana sampai kami lupa kalo ada 2 temen kita yang naik bus dan sudah menunggu lama terminal moga. kamipun langsung bergegas menuju kesana, kami tak ingin mereka semakin lama menunggu kami disana.




Bang Tigor makan grombyang


 sesampai di terminal moga 19.00 tak sadar perut kami semua sudah keroncongan. sambil mencari makanan kami melihat suasana sekitar kabutpun tak lupa menemani perjalan dan suasana sekitar situ. tak lama kemudian sebuah warung grombyang khas daerah kami terpampang disana, kami langsung menuju warung itu dan memesan 10 porsi buat kami. entah pada kelaparan atau memang masakanya sunguh nikmat tanpa sekejap 10 mangkok dan 26 gorengan habis dengan cepatnya. 
setelah makan kami melanjutkan perjalanan lagi kali ini separuh dari kami berangkat duluan ke bascamp blambangan dikarenakan hanya ada 4 motor sedang kami ada 10 orang jadi mau tak mau harus dianter sebagian trus yang sebagian lagi menunggu diterminal moga untuk kloter yang ke-2. dalam perjalanan kloter 1 menuju puncak ternyata mereka nyasar dan muter-muter di puosari jadi sebagian dari kami harus sabar menunggu selama 2 jam diterminal tersebut.
lama menunggu akhirnya mereka datang juga untuk menyusul ke bascamp.


akhirnya kami sampai di kaki gunung slamet pada pukul 23.15 dengan lengkap semua personil COMPAC dan atribut pendakianya masing-masing, kami langsung menitipkan sepeda motor dan langsung regristasi menuju bascamp ke-1 , setelah regristasi kami menuju ke bascamp ke-2 untuk menyiapkan segalanya setalah siap kamipun breafing untuk mengingatkan kalo kita hanya berkunjung harus mematuhi tata tertib daerah dan undang-undang tata tertib sebagai pecinta alam tak lupa kamipun berdo'a agar dalam perjalan kami bisa lancar aman dan sukses berangkat selamat pulangpun selamat dan tak ada yang tertinggal.

perjalananpun kami mulai tepat jam 00.00 dengan segenap semangat dan segumpal optimis, setapak demi setapak kami lalui sambil menyanyikan  syair lagu kenanagan Soe Hok Gie

sampaikanlah pada ibuku
aku pulang terlambat waktu
ku akan menaklukkan malam
dengan jalan pikiranku

sampaikanlah pada bapakku
aku mencari jalan atas
semua keresahan-keresahan ini
kegelisahan manusi

tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki malam


tak pernah berhenti berjuang
pecahkan teka-teki keadilan
berbagi waktu dengan alam
kau akan tahu siapa dirimu yg sebenarnya
hakikat manusia

 keadilan, keadilan
 akan aku telusuri
 jalan yg setapak ini
 semoga kutemukan jawaban





akhirnya setelah 2 jam menelusuri jalan setapak akhirnya kami sampai juga dipos 1 disana kami lihatsudah berdiri tenda tenda dari pecinta alam lain yang datang dari, Jogja, bekasi dan pekalongan.












to be Continue  . . .
































Tuesday, June 14, 2011

kepuasan tersendiri

AKTING 
walaupun capek tapi kita tetep utamakan beraktinG saat berfoto...
samping kiri D'tm tyas Maha dan hery febrianto Oi


TIYAS .
Disini aku mearsakan kesejukan yang tiada tara..
dinginya angin yang menyusup ketulang tak menyurutkan untuk menepati nazarku..















Gunung Merbabu

Gunung Merbabu (3.142 m dpl), merupakan gunung yang tergolong dalam gunung api tua yang terletak bersebelahan dengan Gunung Merapi yang merupakan salah satu gunung api aktif. Gunung Merbabu mempunyai banyak puncak-puncak bayangan (bukan puncak asli). Karena banyaknya puncak ini seringkali para pendaki mengeluh dan jenuh tapi justru hal inilah yang menjadikan gunung ini menantang untuk di daki.
Puncak Gunung Merbabu terdiri atas dua puncak yaitu Puncak Sarip yang terletak pada ketinggian 3.120 m dpl dan Puncak Kenteng Songo dengan ketinggian 3.142 m dpl. Kedua puncak ini mempunyai panorama alam yang berbeda.
Untuk menuju ke puncak Gunung Merbabu ada 2 (dua) jalur utama; lewat Selo/Boyolali dan lewat Tekelan/Kopeng. Kedua jalur mempunyai medan perjalanan yang berbeda. Kalau kita lewat Selo jaraknya lebih jauh tapi mempunyai panorama yang indah. Pohon - pohon pinus di sepanjang jalan terasa menciptakan kenyamanan selama perjalanan dan bisa memandang lereng Gunung Merapi lebih dekat.
Perjalanan lewat Tekelan/Kopeng jalurnya lebih landai tetapi karena erosi oleh aliran air hujan menyebabkan rute penjalanan menjadi dua yaitu jalur lama dan jalur baru.
Kawasan di sekitar lereng Gunung Merbabu banyak di tanami oleh sayuran pada musim penghujan dan waktu musim kemarau ditanami tembakau. Kualitas tembakau di sini terkenal baik dan menjaditumpuan penghasilan utama penduduk Selo.
Hutan di lereng Gunung Merbabu banyak didominasi oleh pohon cemara dan akasia, dan dihuni oleh Kijang dan monyet.




Jalur Selo

Untuk mencapai Desa Selo yang merupakan desa terakhir yang di lalui oleh kendaraan umum, dari arah Solo kita naik bus jurusan ke Boyolali kemudian naik lagi menuju Selo (20 km) yang terletak pada ketinggian 1.460 m.dpl (lihat jalur pendakian Gunung Merapi lewat selo).

Setelah sampai di Desa Selo kita turun di pasar kemudian berjalan menuju Pos Polisi yang terletak tidak jauh, sekitar 100 m. Jalan menuju kampung terakhir dimulai di depan Pos Polsek ini. Sebelum langsung mendaki mintalah ijin terlebih dahulu di Pos Polisi ini.
Perjalanan kita mulai menuju ke kampung Tuk Pakis yang merupakan Kampung terahkir untuk mencapai puncak Gunung Merbabu. Untuk tiba di kampung ini perjalanan melewati jalanan berbatu melalui Kampung Jarakan (1.580 m dpl) dan kampung Selo Tengah sekitar 1 jam perjalanan dari Pos Polisi.
Dusun Tuk Pakis terletak pada ketinggian 1.800 m.dpl, merupakan perkampungan kecil. Mata pencaharian sebagian besar penduduk dusun ini dengan bertani sayur-sayuran. Untuk persediaan air sebelum mendaki sebaiknya mengambil di kampung ini karena sumber air tidak kita temui lagi sepanjang pendakian ke puncak Gunung Merbabu. Setelah sampai di kampung ini kita bisa bermalam di rumah pak Soenarto atau dirumah Pak Prawiro (juru kunci Gunung Merbabu) dan meneruskan perjalanan pada pagi harinya atau malam hari.
Dari rumah Pak Sunarto/Prawiro kita berjalan menuju ke arah batas ladang dan hutan yang tidak terlalu jauh. Dari batas hutan dan ladang perjalanan di teruskan di jalan setapak yang akan menemui banyak percabangan menuju ke atas tetapi jalanan akan bertemu di satu tempat yaitu di jalan pertigaan pertama.

Dari pertigaan pertama kita menuju ke jalan yang lurus atau ke arah kanan sama saja, mulai akan bertemu di percabangan jalan. Dari percabangan kita ambil jalan ke arah kiri yang melewati sebuah bukit maka kita akan sampai di Dok Jarakan (45 menit), lalu jalan ke arah kanan kita akan sampai di Dok Malang. Perjalanan dari Dok Jarakan ke Dok Malang di butuhkan waktu sekitar 30 menit.
Dari Dok Malang, kita berjalan ke arah kiri sampai ketemu hutan yang agak lebat, belok ke arah kanan, menyusuri pinggiran jurang kita akan sampai di pertigaan Ampel. Kemudian perjalanan diteruskan menyusuri jalanan lurus, lalu ke arah kiri selama 1 jam kita akan sampai di Pos Gopa.,dan kita teruskan menuju ke Batu Gubuk.
Dari Batu Gubuk diteruskan lagi menuju ke Sabana I. Dari Sabana I jalan mulai landai dan kita akan sampai di Sabana II, sebuah padang rumput yang letaknya dilereng Gunung Kukusan. Dari Sabana II kita langsung bisa menuju ke puncak Kenteng Songo (3.142 m.dpl). Dari Puncak kenteng Songo kita meneruskan perjalanan ke puncak Sarip (3.120 m.dpl). Total perjalanan dari Selo sampai ke puncak Gunung Merbabu membutuhkan waktu 7-8 jam dan turunnya 5 jam perjalanan.

Jalur Kopeng

Dari Jogjakarta kita menuju ke arah Magelang, kemudian di teruskan ke arah Salatiga, turun di Kopeng (15 Km). Di Kopeng terdapat hotel maupun losmen untuk menginap.
Dari Kopeng perjalanan dilanjutkan menuju Desa Tekelan (1.595 m dpl) selama 1 jam perjalanan, yang merupakan desa terakhir. Di desa ini hendaknya para pendaki melengkapi perbekalan dan mengambil air untuk pendakian.
Dari Tekelan kita menuju ke Pos Bayangan (Pending), melewat kebun penduduk dan hutan pinus lalu diteruskan ke Pos Gumuk, perjalanan membutuhkan waktu 2,5 jam. Dari pos I diteruskan menuju ke pos II (Lempong Sampai) selama 0,5 jam. Setelah sampai di pos II jalan kita teruskan menyusuri hutan heterogen selama 1 jam akan menemui pos III ( Watu gubuk ) dengan ketinggian 2.400 m m dpl.
Ditempat ini kita bisa menikmati pemandangan lebih leluasa karena tidak terhalang pepohonan. Dari Pos III berjalan selama 1 jam lagi kita akan sampai di Pos IV pada ketinggian 2.880 m dpl, dimana terdapat pemancar TVRI. Dari Pos IV perjalanan kita lanjutkan ke Pos V yang membutuhkan waktu selama 0,5 jam perjalanan. Setelah dari pos V kita menuju ke puncak Sarip (3.120 m dpl) selama 0,5 jam per jalanan.
Puncak Sarip adalah puncak kedua setelah puncak Kenteng Songo. Perjalanan dari kopeng sampai ke puncak Gunung Merbabu memakan waktu sekitar 7 - 8 jam dan turunnya membutuhkan waktu sekitar 5 jam perjalanan.
Sebaiknya sebelum mendaki ke Gunung Merbabu kita membawa peta topografi, karena kita akan menemui beberapa puncak, sehingga kita bisa mencocokkan di peta. Bila kita mendaki lewat jalur Selo akan menemui tempat wisata bersejarah yaitu Gua Raja yang terletak 100 meter dari Selo tepatnya di Dusun Jarakan. Tempat ini biasanya di pergunakan untuk kegiatan ritual masyarakat setempat. Musim pendakian biasanya pada bulan Mei - Agustus yang dapat mencapai 5.000 orang untuk setiap tahunnya.
Untuk melakukan pendakian dari jalur Selo kita harus melapor terlebih dahulu ke POLSEK Selo yang terletak di jalan masuk kearah Gunung Merbabu. Bila kita mengalami keadaan darurat kita bisa langsung menghubungi ke kantor Polsek Selo dengan frekwensi 143.79 Mhz atau SAR lokal dengan frekwensi 148.10 MHz yang bertempat di Boyolali.
Untuk jalur pendakian lewat Kopeng-Tekelan kita harus melapor ke posko Gunung Merbabu yang beralamat di Tekelan No. 96, Kopeng, Salatiga. Jalur utama pendakian ke Gunung Merbabu lewat Kopeng banyak terkikis erosi dan biasanya para pendaki lewat jalur alternatif yang di mulai dari pos bayangan, kita menuju arah ke kanan.

gunung Slamet




Gunung Slamet merupakan gunugn nomor dua tertinggi di P. Jawa. Untuk menuju puncak G. Slamet ada 3 jalur; lewat sebelah barat, lewat Batu Raden dan lewat Bambangan, dari ketiga jalur tersebut yang terdekat adalah lewat jalur Bambangan.




Jalur Bambangan
Purwokerto ke arah Purbalingga dan dilanjutkan ke Bobotsari.
Dari Bobotsari menuju desa Penjangan dengan menggunakan truk atau mobil pick-up
Dari desa Penjangan - Bambangan
pos jaga ada disana.

Berjalan ke arah kanan, kita akan melewati kebun sayur dan hutan pinus, bila naik terus akan masuk ke dalam hutan tropika yang indah. Sebelum sampai di Samalantu, pada ketinggian 2.900 m, ada sebuah bangku untuk beristirahat dan juga terdapat sebuah pondok yang rusak, pada umumnya para pendaki beristirahat dan bermalam disini.
Bila naik terus 1-2 jam lagi, kita akan sampai si Sampiyan Jampang, inilah batas antara antara hutan terakhir dan dari sini pula kita dapat melihat matahari terbit. Dari Sampiyan Jampang perjalanan menuju puncak ditempuh dalam waktu 1-2 jam dengan melalui batu-batu lahar yang cukup sukar.
Setelah kita tiba di puncak, akan terlihat hamparan padang lahar yang sungguh luas dan menakjubkan, kita juga dapat menyaksikan pemandangan yang eksotis ke arah kawah yang masih aktif. Ledakan besar pada kawah ini terjadi pada tanggal 13 Juli 1988.
Pendakian dari Bambangan ke Samarantu memerlukan wktu 6 jam, dari Samarantu menuju puncak G.Slamet sekitar 2-3 jam lagi, dan untuk turunya diperlukan waktu 4-5 jam.

Monday, June 13, 2011

Moment in Merapi

KEPUASAN
Sungguh aku tak menyangka bisa sampai di merapi yang aku impikan dari kecil...
sungguh indah dan menakjubkan...
betapa besar kekuasaan tuhan atas indahnya Alam ini


COMPAC POSE
kiri atas : rian. tiyas, ari, tina, somay,
kiri bawah ; didi, iksan compac , hery febrianto Oi,

MELAYANG
Serasa dipantai anginya,,, tp keindahanya melebihi apapun,,,
bagai 2 pesawat yang mau jatuh (Bakekok vs Mizan)dan seorang pilot yang hilang kendali arah (widy Nugroho)

Memoris

walaupun saya berbaju merah sendiri tak ada rasa minder, malu, atau takut, karena mereka semua adalah saudaraku semua..
kita bagai keluarga.. satu jatuh yang lain membangunkan..